Ini Langkah Pemerintah Penuhi Kebutuhan Rumah Layak Untuk Masyarakat

Ini Langkah Pemerintah Penuhi Kebutuhan Rumah Layak Untuk Masyarakat

Pemerintah memulai ‘Pencangan Program Sejuta Rumah’ yang ditandai dengan groundbreaking pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) bagi Buruh yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Program sejuta rumah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan diharapkan dapat segera dinikmati oleh Nelayan, PNS, Buruh, dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) lain pada umumnya.

“Pembangunan sejuta rumah ini dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan rumah layak bagi masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat ┬ádan menekan biaya pengeluaran,” kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Muhammad Hanif Dhakiri dalam acara Pencanangan Program Sejuta Rumah Dan Memperingati Hari Buruh Internasional di Semarang, Jawa Tengah pada Rabu (29/4).

Jumlah rumah yang di-groundbreaking pada hari ini sebanyak 11.557 unit rumah untuk MBR, yang meliputi rumah tapak, rumah susun sewa, dan rumah susun milik. Jumlah tersebut mewakili 429.993 unit rumah.

Dalam laporannya kepada Presiden Jokowi, Menaker mengatakan berbagai bantuan telah diberikan oleh Pemerintah untuk mendorong pembangunan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

“Pemerintah memutuskan kebijakan fiskal dalam bentuk pembebasan PPN untuk pembelian rumah bersubsidi, keringanan BPHTB untuk rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah sebesar 25%, dan keringanan PPh badan menjadi 1%,” kata Hanif.

Selain itu, disepakati juga penurunan uang muka menjadi 1% dan penurunan suku bunga KPR-Fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan dari 7,25% menjadi 5% serta perpanjangan masa kredit dari 15 tahun sampai dengan 20 tahun.

“Dan bagi PNS diberikan fasilitas berupa Pinjaman Lunak Uang Muka sebesar Rp. 20 juta untuk rumah tapak dan Rp. 30 juta untuk rumah susun milik,” kata Hanif lagi.

Bahkan untuk meningkatkan kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama dengan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional sepakat untuk mengambil langkah-langkah yang dapat memastikan pengadaan rumah bagi PNS yang lebih cepat.

Menaker menambahkan, pencanangan ‘Program Sejuta Rumah’ bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ini yang termasuk 10.000 unit rusunawa pekerja/buruh sebanyak 7.600 unit dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan 2.400 unit rusunawa dari BPJS Ketenagakerjaan.

“Jumlah rumah yang akan di-groundbreaking pada hari ini sebanyak 11.557 unit rumah untuk MBR, yang meliputi rumah tapak, rumah susun sewa, dan rumah susun milik. Jumlah tersebut mewakili 429.993 unit rumah,” ujar Hanif.

Menurut menaker, BPJS Ketenagakerjaan juga memiliki program pembangunan Rusunawa untuk pekerja pada tahun 2015 ini, yang direncanakan akan dibangun di 6 (enam) lokasi sebanyak 24 (dua puluh empat) twin-tower (1 twin tower @ 100 kamar atau sebanyak 2.400 pekerja).

“Khusus di kota Semarang akan dibangun Rusunawa sebanyak 2 (dua) Twin Tower dengan volume 200 kamar dan daya tampung untuk 800 pekerja di komplek asrama Transito,” tandas Hanif.

Sumber: Humas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>